Untukmewujudkan toleransi antar umat beragama di Indonesia setidaknya ada beberapa sikap dan tindakan yang perlu bersama-sama kita laksanakan yaitu, Pertama, mengembangkan sikap saling menghargai Bagaimanaantarumat beragama saling menjalin persatuan? Ayo, cari tahu dengan menggali dari berbagai sumber. Sebuah potret toleransi antar-umat beragama ditunjukkan di sebuah desa di Kabupaten Karanganyar dan menjadi contoh rukunnya kehidupan antar umat beragama. 3 Tempat ibadah berdiri saling berdampingan. Komunikasi antar pemuka agama Caramenjalin persatuan dan kesatuan antar umat beragama adalah - 23424127 Sekolah Menengah Pertama terjawab Cara menjalin persatuan dan kesatuan antar umat beragama adalah 2 Lihat jawaban Iklan Iklan rara1566 rara1566 Jawaban: menghargainya dan menghormati meski berbeda agama dan kepercayaan nya. terimakasih Iklan Iklan Tinacan Tinacan cash. Kerukunan umat beragama identik dengan istilah toleransi. Istilah toleransi menunjukkan pada arti saling memahami, saling mengerti, dan saling membuka diri dalam bingkai persaudaraan. Bila pemaknaan ini dijadikan pegangan, maka ā€toleransiā€ dan ā€œkerukunanā€ adalah sesuatu yang ideal dan didambakan oleh masyarakat manusia. Dalam konteks ke-Indonesiaan, kerukunan beragama berarti kebersamaan antara umat beragama dengan pemerintah dalam rangka suksesnya pembangunan nasional dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ajaran Islam mengungkapkan hidup damai, rukun dan toleran. Kerukunan umat beragama adalah kondisi dimana antar umat beragama dapat saling menerima, saling menghormati keyakinan masing-masing, saling tolong menolong, dan bekerjasama dalam mencapai tujuan bersama. Dalam konteks ke-Indonesiaan, kerukunan beragama berarti kebersamaan antara umat beragama dengan pemerintah dalam rangka suksesnya pembangunan nasional dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karakterisasi nilai toleransi beragama merupakan salah satu tugas yang diemban PKN yang diberikan pada tiap jenjang dan jalur pendidikan. Pluralitas keberagaman merupakan suatu realitas yang tidak bisa ditolak atau bahkan dihilangkan keberadaannya. Kenyataan ini membawa pada suatu konsekuensi logis dalam keberagaman, yaitu menanamkan nilai toleransi pada diri masing-masing agar dapat hidup berdampingan dalam perbedaan keyakinan, justru perbedaan inilah yang menjadi potensi dasar dalam membangun pola kehidupan beragama. Supaya kerukunan dan toleransi antar umat beragama bisa menjadi alat pemersatu bangsa, maka kemajemukan harus dikelola dengan baik dan benar, maka diperlukan cara yang efektif yaitu dialog antar umat beragama untuk permasalahan yang mengganjal antar masing-masing kelompok umat beragama. Karena mungkin selama ini konflik yang timbul antar umat beragama terjadi karena terputusnya jalinan informasi yang benar di antara pemeluk agama dari satu pihak ke pihak lain sehingga timbul prasangka-prasangka negatif. To read the file of this research, you can request a copy directly from the has not been able to resolve any citations for this has not been able to resolve any references for this publication. JAKARTA - Agama-agama di dunia mempunyai peranan penting dalam menciptakan perdamaian. Mereka memiliki ajaran luhur untuk menuntun umatnya agar selalu berbuat kebajikan, terutama dalam menciptakan kondusifitas hubungan antarmanusia. Hal tersebut disampaikan oleh Al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz dalam dialog peradaban lintas agama Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa Atas Dasar Rahmat Kemanusiaan di Hotel Aryaduta, Jakarta, Sabtu 13/10.Menurut dia, perbedaan agama bukan alasan untuk saling tak menghormati antarmanusia. Sebagai umat beragama, Habib Umar mengaku punya tugas untuk mempersatukan manusia dan menjauhkan dari permu suhan. Dia menegaskan, tugas-tugas tersebut adalah kewajiban bagi setiap orang yang berakal. Dengan begitu, diyakini kestabilan kehidupan masyarakat akan terus terjaga. Apabila dilalaikan perkara ini maka justru akan menimbulkan kekacauan dan perpecahan yang dipengaruhi oleh rujukan- rujukan, dorongan-dorongan dan langkah yang diambil oleh orang yang ingin merusak persatuan kita, ujar dia. Habib Umar tidak meragukan dampak positif dari menjalankan kesepakatan dan pemikiran tentang pentingnya persatuan. Keamanan di tengah-tengah ma syarakat akan tercipta, sehingga mem bawa kebaikan kepada semuanya. Dan atas dasar ini akan berdiri hakikat salam dan ke damaian yang mana kita diajak dan dipanggil untuk menjalankan kedamaian tersebut di antara se mua umat manusia, kata Habib Umar. Habib Umar mengatakan, tidak dibernarkan apabila berbuat baik hanya berdasarkan la tar belakang agama. Allah menyatakan kepada Nabi Muhammad agar menjaga perdamaian dan tidak mengganggu umat selain Islam, terlebih bagi mereka yang mempunyai kecenderungan cinta perdamaian. Menurut Habib Umar, para pemuka agama sudah terang- terangan menyatakan bahwa bersepakat untuk menjaga hak-hak kemanusiaan serta memberikan hak mereka dengan sebenar-benarnya. Dia menjelaskan, orang yang men celakakan manusia lain, mes-kipun mengatasnamakan aga ma, kata Habib Umar, telah menjelekkan agamanya sendiri. Dia menilai, yang terjadi saat ini bukan tentang tidak adanya ajakan untuk berbuat baik kepada sesama manusia. Namun, yang menjadi permasalahan adalah praktik di lapangan dalam melaksanakan ajakan tersebut yang tidak dijalankan. Dan saya mengapresiasi apa yang disampaikan oleh pemuka agama yag selama di Indonesia tidak dijumpai gangguan atas nama agama, tutur dia. Habib Umar berpendapat bahwa salah satu faktor adanya permasalahan-permasalahan di dunia ini karena cacatnya batin seseorang. Menurut dia, problem masyarakat akarnya berasal dari nafsu mereka yang tak dapat dikendalikan. Oleh karena itu, apabila mampu mengendalika nafsunya, diyakini akan melahirkan banyak kebaikan. Kitab-kitab yang diturukan oleh Allah, lanjutnya, berisi materi mengajak manusia member- sihkan batin dari nafsu. Sehingga, kebaikan diharapkan menyebar kepada masyarakat dan beriman kepada Allah serta rasul-Nya. Dan tugas kita ini bagai mana mempratikkan isi kitab-kitab itu dari Taurat, Injil, Zabur, Quran, dan ajaran nabi kita praktikkan di dalam keadaan kita bagaimana menjaga hak tetangga sesama manusia melindungi setiap jiwa, kata Habib Umar. Sebagai umat Islam, menurut Habib Umar, wajib beriman kepada kitab-kitab Allah selain Alquran. Umat Islam juga diwajibkan menghormati setiap orang yang menjalankan isi dari kitab- kitab Allah tersebut. Habib Umar juga mengingatkan agar menjaga dan melindungi hak-hak tetangga dan lingkungan. Semua agama pun telah sepakat dengan pandangan tersebut. Rasululah pernah mengatakan bahwa mereka sesungguhnya tak beriman apabila membiarkan tetangganya terganggu keamanannya. Untuk itu, Habib Umar mengingat kan agar mengedepankan kepentingan masyarakat dari pada mengorbankan kepentingan umum tersebut hanya demi tujuan meraih kekuasaan. Jangan me mbiar kan masyarakat menjadi mangsa bagi orang yang haus kekuasaan. Dan bahkan setiap orang yang turut andil memprovokasi memancing perpecahan pada hakikatnya jiwanya gak akan damai, tenang sebagaimana dikatakan Allah, Habib Umar mengungkapkan. Habib Umar menyerukan agar setiap umat Islam berupaya mengajak manusia berubah kepada pribadi ihsan dan santun dan memberikan kebaikan kepada orang sekitar. Habib Umar juga mengajak agar menjauhi sikap anarkistis atas dasar keinginan politik karena hal tersebut memba hayakan bangsa dan masyarakat itu sendiri. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Keberagaman adalah sesuatu yang tidak dapat dihilangkan dari kehidupan kita. Banyak sekali perbedaan-perbedaan yang ada di Indonesia, entah itu perbedaan suku, ras, budaya, maupun agama. Apalagi bagi kita yang tinggal dan besar di Negara Indonesia, negara yang memiliki semboyan "Bhineka Tunggal Ika, Berbeda-beda tetapi tetap satu jua" dari semboyan ini kita bisa mengartikan bahwa, Indonesia memiliki banyak keberagaman, dan kebaragaman inilah yang membuat masyarakat Indonesia dikatakan masyarakat majemuk yang mempunyai budaya, ras, suku dan agama yang dari keberagaman ini akan memunculkan sisi negatif. Salah satu faktor negatifnya adalah akan menimbulkan konflik antara perbedaan-perbedaan suku atau kelompok tertentu, sikap ini sering disebut dengan sikap intoleransi. Sikap intoleransi dan diskriminasi terhadap keberagaman di Indonesia sering kali terjadi, terutama yang berkaitan dengan agama. Maka dari itu, untuk meminimalisir terjadi sikap intoleransi dalam keberagaman agama di Indonesia kita harus menjalin relasi yang sehat antar umat adalah hubungan antara dua pihak atau lebih yang dijalani oleh kelompok dalam mencapai tujuan bersama. Relasi yang sehat bukan hanya diterapkan dalam hubungan saja, tetapi kita juga harus menerapkan relasi yang sehat dalam hubungan beragama, karena di Indonesia mempunyai beberapa agama yakni, Islam, Kristen, Katholik, Buddha, Konghucu, dan Hindu. Dan pastinya dalam beberapa macam agama ini mempnyai ketetentuan dan cara ibadahnya masing-masing. Ada beberapa factor pendukung terjalinnya relasi yang sehat antar umat beragama yakni ; menumbuhkan sikap toleransi antar umat beragama, menumbuhkan rasa nasionalisme, dan menjalin silahturahmi antar umat beragama. Pertama, menumbuhkan sikap toleransi ini sangat penting karena, sikap toleransi sendiri adalah sikap yang saling menghargai antar sesama manusia. Dengan kita menumbuhkan sikap ini dalam beragama, akan melarang kita atau meminimalisirkan terjadinya sikap intoleransi antar suku, ras, budaya dan yang terutama adalah agama. Apalagi dengan kita menerapkan sikap ini di kehidupan sehari-hari Indonesia akan lebih baik dan tentram kedepannya. Selanjutnya, menumbuhkan rasa nasionalisme, setelah mengetahui apa itu toleransi, kita juga perlu menumbuhkan rasa nasionalisme dalam beragama karena factor ini juga tidak kalah penting. Sebagai warga negara Indonesia pastinya kita mengetahui apa itu Pancasila, tidak hanya mengetahui tetapi kita juga perlu memahami isi dari Pancasila tersebut. Seperti dalam sila yang Pertama , "Ketuhanan Yang Maha Esa" hal ini mengartikan bahwa setiap manusia memiliki hak bebas untuk agama yang diyakininya dan kita tidak boleh memaksakan seseorang atas menjalin silahturahmi antar umat beragama, bekomunikasi atau menukar pikiran tentang keberagamaan yang ada pada negara Indonesia, hal ini bisa memperluas wawasan kita karena bisa mengetahui ajaran-ajaran dan apa yang ditekuni agama lain. Dengan begitu sikap intoleransi antar agama akan mudah berkurang kaena kita menjalani seperti yang sudah dijelaskan faktor-faktor pendorong mauapun pengahambat menjalin relasi yang sehat antar umat beragama. Dengan begitu kita bisa menerima bahwa banyak keberagaman suku,ras, dan budaya maupun agama yang ada di Indonesia dan kita harus menghargainya seperti kita menghargai agama kita sendiri karena kita semua bersaudara. Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya

bagaimana antar umat beragama saling menjalin persatuan